SELAMAT DATANG

Pemahaman Matematis (Mathematics Understanding)


Menurut Walle (2008: 26), “pemahaman dapat didefinisikan sebagai ukuran kualitas dan kuantitas hubungan suatu ide dengan ide yang telah ada”. Setiap siswa memiliki kemampuan pemahaman yang berbeda tergantung pada ide yang dimiliki dan pembuatan hubungan antara ide yang ada dengan ide baru.
Bloom (Suherman, 2003: 29-35), mengklasifikasikan pemahaman pada jenjang kognitif urutan kedua setelah pengetahuan, jenjang kognitif tahap pemahaman ini mencakup hal-hal berikut.
a.       pemahaman konsep;
b.      pemahaman prinsip, aturan, dan generalisasi;
c.       pemahaman terhadap struktur matematika;
d.      kemampuan untuk membuat tranformasi;
e.       kemampuan untuk mengikuti pola berpikir;
f.       kemampuan untuk membaca dan menginterpretasikan masalah sosial atau data matematika.
Pemahaman akan sebuah konsep ilmu pengetahuan yang sedang dipelajari memiliki peranan yang sangat penting. Siswa akan berkembang ke jenjang kognitif yang lebih tinggi jika ia memiliki pemahaman konsep yang baik. Jika pemahaman konsep dikuasai dengan baik maka siswa akan mampu menghubungkan atau mengaitkan sebuah konsep yang satu dengan yang lainnya. Selain itu, konsep tersebut dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan dari mulai yang sederhana hingga ke permasalahan yang lebih kompleks.
Ruseffendi (2006: 221), mengkategorikan pemahaman menjadi tiga macam, yaitu:
1.      pengubahan (penerjemahan);
2.      pemberian arti (interpretasi);
3.      pembuatan ekstrapolasi.
Pengubahan (penerjemahan), yaitu kemampuan untuk mengubah atau menerjemahkan simbol ke dalam kata-kata dan sebaliknya, mampu mengartikan suatu kesamaan dan mampu mengkonkritkan konsep yang abstrak. Pemberian arti (interpretasi), yaitu kemampuan untuk memahami sebuah konsep yang disajikan dalam bentuk lain seperti diagram, tabel, grafik dan lain-lain. Sedangkan Pembuatan ekstrapolasi, yaitu kemampuan untuk memperkirakan atau meramalkan suatu kecenderungan yang ada menurut data tertentu. Menurut Polya (Jihad, 2008: 167), membedakan 4 jenis pemahaman, yaitu:
1.  pemahaman mekanikal, yaitu dapat mengingatkan dan menerapkan sesuatu secara rutin atauperhitungan sederhana;
2.   pemahaman induktif, yaitu dapat mencobakan sesuatu dalam kasus sederhana dan tahu bahwa sesuatu itu berlaku dalam kasus serupa;
3.      pemahaman rasional, yaitu dapat membuktikan kebenaran sesuatu;
4.    pemahaman intuitif, yaitu dapat memperkirakan kebenaran sesuatu tanpa ragu-ragu, sebelum menganalisis secara analitik.
Berbeda dengan Polya, Pollatsek (Sumarmo, 2010: 4-5), menggolongkan pemahaman dalam dua jenis, yaitu:
1.      pemahaman komputasional;
2.      pemahaman fungsional.
Pemahaman komputasional adalah kemampuan menerapkan rumus dalam perhitungan sederhana dan mengerjakan perhitungan secara algoritma. Sedangkan pemahaman fungsional adalah kemampuan mengkaitkan satu konsep/prinsip lainnya dan menyadari proses yang dikerjakannya. Sementara itu, Skemp (Idris, 2009: 37) membedakan pemahaman ke dalam tiga macam, yaitu:
1.      pemahaman instrumental (instrumental understanding);
2.      pemahaman relasional (relational understanding);
3.      pemahaman  logis (logical understanding).
Pemahaman instrumental adalah kemampuan seseorang menggunakan prosedur matematis untuk menyelesaikan suatu masalah tanpa mengetahui mengapa prosedur itu digunakan. Dengan kata lain siswa hanya mengetahui “bagaimana” tetapi tidak mengetahui “mengapa”. Pada tahapan ini, pemahaman konsep masih terpisah dan hanya sekedar hafal suatu rumus untuk menyelesaikan permasalahan rutin / sederhana sehingga siswa belum mampu menerapkan rumus tersebut pada permasalahan baru yang berkaitan. Sementara itu, pemahaman relasional adalah kemampuan seseorang menggunakan prosedur matematis dengan penuh kesadaran bagaimana dan mengapa prosedur itu digunakan. Secara ringkasnya, siswa mengetahui keduanya yaitu “bagaimana” dan “mengapa”. Pada tahap ini, siswa dapat mengaitkan antara satu konsep atau prinsip dengan konsep atau prinsip lainnya dengan benar dan menyadari proses yang dilakukan. Sedangkan pemahaman logis berkaitan erat dengan meyakinkan diri sendiri dan meyakinkan orang lain. Dengan kata lain, siswa dapat mengkonstruksi sebuah bukti sebelum ide-ide yang dimilikinya dipublikasikan secara formal atau informal sehingga membuat siswa tersebut merasa yakin untuk membuat penjelasan kepada siswa yang lain.
 “Secara umum, indikator pemahaman matematika meliputi: mengenal, memahami dan menerapkan konsep, prosedur, prinsip dan idea matematika” (Sumarmo, 2010: 4). Adapun indikator yang digunakan  adalah indikator pemahaman konsep menurut Jihad dan Haris (2010: 149),  sebagai berikut.
1.      kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep yang dipelajari;
2.  kemampuan mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat tertentu (sesuai dengan konsepnya);
3.      kemampuan menyebutkan contoh dan non-contoh dari konsep;
4.      kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis;
5.      kemampuan menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur atau operasi tertentu;
6.      kemampuan mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah.
7.      kemampuan mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup suatu konsep;

Daftar Pustaka
Idris, N. (2009). “Enhanching Students’ Understanding In Calculucus Trough Writing”.International Electronic Journal of Mathemathics Education. 4, (1).36-56.
Jihad, A. (2008). Pengembangan Kurikulum Matematika.Yogyakarta: Multi Pressindo.
Jihad, A. dan Haris. (2010). Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo.
Ruseffendi, E.T. (2006). Pengantar Kepada Membantu Guru Mengembangkan Potensinya dalam Pengajaran Matematika Untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito.
Suherman. dkk. (2003). Evaluasi Pembelajaran Matematika. Bandung: Jica.
Sumarmo, U. (2010). Berfikir dan Disposisi Matematik: Apa, Mengapa, dan Bagaimana Dikembangkan Pada Peserta Didik. Jurnal FMIPA UPI Bandung.
Walle, J.A.V.D. (2008). Matematika Sekolah Dasar dan Menengah Pengembangan Pengajaran. Jakarta: Erlangga.

Kemampuan Pemahaman Matematika


repost dari  Herdian,S.Pd., M.Pd. 27 Mei 2010 

Kemampuan Pemahaman Matematika
Kemampuan pemahaman matematis adalah salah satu tujuan penting dalam pembelajaran, memberikan pengertian bahwa materi-materi yang diajarkan kepada siswa bukan hanya sebagai hafalan, namun lebih dari itu dengan pemahaman siswa dapat lebih mengerti akan konsep materi pelajaran itu sendiri. Pemahaman matematis juga merupakan salah satu tujuan dari setiap materi yang disampaikan oleh guru, sebab guru merupakan pembimbing siswa untuk mencapai konsep yang diharapkan. Hal ini sesuai dengan  Hudoyo yang menyatakan: “Tujuan mengajar adalah agar pengetahuan yang disampaikan dapat dipahami peserta didik“. Pendidikan yang baik adalah usaha yang berhasil membawa siswa kepada tujuan yang ingin dicapai yaitu agar bahan yang disampaikan dipahami  sepenuhnya oleh siswa.
Pemahaman merupakan terjemahan dari istilah understanding yang diartikan sebagai penyerapan arti suatu materi yang dipelajari. Lebih lanjut Michener menyatakan bahwa pemahaman merupakan salah satu aspek dalam Taksonomi Bloom. Pemahaman diartikan sebagai penyerapan arti suatu materi bahan yang dipelajari. Untuk memahami suatu objek secara mendalam seseorang harus mengetahui: 1) objek itu sendiri; 2) relasinya dengan objek lain yang sejenis; 3) relasinya dengan objek lain yang tidak sejenis; 4) relasi-dual dengan objek lainnya yang sejenis; 5) relasi dengan objek dalam teori lainnya.
Ada tiga macam pemahaman matematik, yaitu : pengubahan (translation), pemberian arti (interpretasi) dan pembuatan ekstrapolasi (ekstrapolation). Pemahaman translasi digunakan untuk menyampaikan informasi dengan bahasa dan bentuk yang lain dan menyangkut pemberian makna dari suatu informasi yang bervariasi. Interpolasi digunakan untuk menafsirkan maksud dari bacaan, tidak hanya dengan kata-kata dan frase, tetapi juga mencakup pemahaman suatu informasi dari sebuah ide. Sedangkan ekstrapolasi mencakup estimasi dan prediksi yang didasarkan pada sebuah pemikiran, gambaran kondisi dari suatu informasi, juga mencakup pembuatan kesimpulan dengan konsekuensi yang sesuai dengan informasi jenjang kognitif ketiga yaitu penerapan (application) yang menggunakan atau menerapkan suatu bahan yang sudah dipelajari ke dalam situasi baru, yaitu berupa ide, teori atau petunjuk teknis.
Bloom mengklasifikasikan pemahaman (Comprehension) ke dalam jenjang kognitif kedua yang menggambarkan suatu pengertian, sehingga siswa diharapkan mampu memahami ide-ide matematika bila mereka dapat menggunakan beberapa kaidah yang relevan. Dalam tingkatan ini siswa diharapkan mengetahui bagaimana berkomunikasi dan menggunakan idenya untuk berkomunikasi. Dalam pemahaman tidak hanya sekedar memahami sebuah informasi tetapi termasuk juga keobjektifan, sikap dan makna yang terkandung dari sebuah informasi. Dengan kata lain seorang siswa dapat mengubah suatu informasi yang ada dalam pikirannya kedalam bentuk lain yang lebih berarti.
Ada beberapa jenis pemahaman menurut para ahli yaitu:
  1. Polya, membedakan empat jenis pemahaman:
    1. Pemahaman mekanikal, yaitu  dapat mengingat dan menerapkan sesuatu secara rutin atau perhitungan sederhana.
    2. Pemahaman induktif, yaitu dapat mencobakan sesuatu dalam kasus sederhana dan tahu bahwa sesuatu itu berlaku dalam kasus serupa.
    3. Pemahaman rasional, yaitu dapat membuktikan kebenaran sesuatu.
    4. Pemahaman intuitif, yaitu dapat memperkirakan kebenaran sesuatu tanpa ragu-ragu, sebelum menganalisis secara analitik.
  1. Polattsek, membedakan dua jenis pemahaman:
    1. Pemahaman komputasional, yaitu dapat menerapkan sesuatu pada perhitungan rutin/sederhana, atau mengerjakan sesuatu secara algoritmik saja.
    2. Pemahaman fungsional, yaitu dapat mengkaitkan sesuatu dengan hal lainnya secara benar dan menyadari proses yang dilakukan.
  1. Copeland, membedakan dua jenis pemahaman:
    1. Knowing how to, yaitu dapat mengerjakan sesuatu secara rutin/algoritmik.
    2. Knowing, yaitu dapat mengerjakan sesuatu dengan sadar akan proses yang dikerjakannya.
  1. Skemp, membedakan dua jenis pemahaman:
    1. Pemahaman instrumental, yaitu hafal sesuatu secara terpisah atau dapat menerapkan sesuatu pada perhitungan rutin/sederhana, mengerjakan sesuatu secara algoritmik saja.
    2. Pemahaman relasional, yaitu dapat mengkaitkan sesuatu dengan hal lainnya secara benar dan menyadari proses yang dilakukan.
Pemahaman instrumental diartikan sebagai pemahaman konsep yang saling terpisah dan hanya hafal rumus dalam perhitungan sederhana. Dalam hal ini seseorang hanya memahami urutan pengerjaan atau algoritma. Sedangkan pemahaman relasional termuat skema atau struktur yang dapat digunakan pada penjelasan masalah yang lebih luas dan sifat pemakaiannya lebih bermakna.
Sedangkan pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap konsep matematika menurut NCTM (1989 : 223) dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam:  (1) Mendefinisikan konsep secara verbal dan tulisan; (2) Mengidentifikasi dan membuat contoh dan bukan contoh; (3) Menggunakan model, diagram dan simbol-simbol untuk merepresentasikan suatu konsep; (4) Mengubah suatu bentuk representasi ke bentuk lainnya; (5) Mengenal berbagai makna dan interpretasi konsep; (6) Mengidentifikasi sifat-sifat suatu konsep dan mengenal syarat yang menentukan suatu konsep; (7) Membandingkan dan membedakan konsep-konsep.
Pemahaman matematis penting untuk belajar matematika secara bermakna, tentunya para guru mengharapkan pemahaman yang dicapai siswa tidak terbatas pada pemahaman yang bersifat dapat menghubungkan. Menurut Ausubel bahwa belajar bermakna bila informasi yang akan dipelajari siswa disusun sesuai dengan struktur kognitif yang dimiliki siswa sehingga siswa dapat mengkaitkan informasi barunya dengan struktur kognitif yang dimiliki. Artinya siswa dapat mengkaitkan antara pengetahuan yang dipunyai dengan keadaan lain sehingga belajar dengan memahami.
DAFTAR PUSTAKA
NCTM. (1989). Curriculum and Evaluation Standards for School Mathematics.Reston, VA : NCTM
Hudojo, Herman. (2003). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. JICA. Universitas Negeri Malang
Hudoyo, Herman. (1985). Teori Belajar Dalam Proses Belajar-Mengajar Matematika. Jakarta. Depdikbud.

sumber : http://herdy07.wordpress.com

resiko trading forex


Trading Forex atau perdagangan valuta asing memiliki resiko yang sangat tinggi dan mungkin tidak sesuai bagi anda. Tingkat leverage yang tinggi dapat menyebabkan posisi trading berbalik mengancam anda. Sebelum memutuskan untuk berdagang di valuta asing sebaiknya anda mempertimbangkan kembali tujuan investasi anda, tingkat pengalaman dan resiko yang akan anda hadapi.
Kemungkinan untuk kehilangan sebagian atau seluruh modal anda dalam perdagangan ini sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu jangan berinvestasi melebihi kemampuan keuangan anda. Anda harus menyadari seluruh resiko yang terkait dalam perdagangan valuta asing. Carilah informasi sebanyak mungkin sebelum anda memutuskan untuk berdagang jika anda masih memiliki keraguan.
Pasar valuta asing adalah pasar yang paling populer untuk spekulasi mengingat likuiditasnya yang tinggi serta memiliki kecenderungan yang kuat dalam setiap pergerakannya. Karakter inilah yang dapat memungkinkan bagi seorang trader untuk menjadi sukses luar biasa. Namun disamping itu keberhasilan seorang trader dibatasi – terutama oleh alasan berikut:
Banyak trader yang datang dengan harapan palsu dari potensi keuntungan yang sebenarnya dapat diraih karena kurangnya disiplin dan pengalaman yang diperlukan dalam sebuah perdagangan. Sebagai contoh adalah perdagangan jangka pendek. Tipe perdagangan ini bukanlah permainan seorang amatiran namun bukan juga jalan yang cepat untuk menjadi kaya.
Perdagangan mata uang terlihat lebih eksotis dibandingkan berdagang di pasar tradisional namun bukan berarti ia tidak memiliki peraturan keuangan yang ketat tanpa harus meninggalkan logika sederhana. Seseorang tidak mungkin berharap untuk mendapatkan keuntungan yang luar biasa tanpa disertai dengan resiko yang luar biasa pula. Strategi perdagangan yang diterapkan mungkin memiliki tingkat resiko yang tinggi dan jika tidak disertai dengan konsistensi dalam berdagang maka seringkali menyebabkan kerugian yang sangat besar.
Perdagangan valuta asing itu tidak mudah seperti yang sering dibayangkan. Jika memang demikian maka sudah banyak orang yang menjadi jutawan dalam perdagangan ini. Banyak trader yang sudah berpengalaman bertahun-tahun pun harus menderita kerugian secara periodik.
Satu hal yang harus dipahami bahwa:
DIBUTUHKAN WAKTU YANG CUKUP UNTUK DAPAT MENGUASAI PERDAGANGAN VALUTA ASING TERGANTUNG DARI KEMAMPUAN SESEORANG TERSEBUT DALAM MEMAHAMI SECARA KESELURUHAN CARA KERJA PASAR SERTA ASPEK PSIKOLOGIS YANG TERDAPAT DIDALAMNYA . DAN SAMA SEKALI TIDAK ADA JALAN PINTAS UNTUK MENGUASAI PROSES INI.

Natural pay referal marketing

mengajak orang dapet dolar

Sangat cocok buat :
pelajar,
mahasiswa,
ibu rumatangga,
karyawan
dan lainnya yang menginginkan tambahan uang jajan atau PENGHASILAN TAMBAHAN. Daftarnya GRATIS lagi ! Klik aja di : 

sign up

Kerjaannya SUPER GAMPANG. Ajak teman atau saudara utk mendaftar juga. Setiap orang yg mendaftar melalui web Referral ID anda, anda mendapat > $1. Ayo buruan daftar ! GRATIS ini.

kita hanya jadi promotor saja..

Megatypers.com membayar Anda


 Pernahkan Anda login ke suatu situs lalu Anda di haruskan mengetik rangkaian angka-angka atau huruf sebagai syarat autentikasi agar Anda bisa meneruskan ke halaman selanjutnya / agar Anda tidak dikira sebagai spammer?
Atau mungkin Anda ingin berkomentar pada suatu halaman artikel yang Anda baca di internet lalu Anda harus mengetik rangkaian angka-angka atau huruf agar komentar Anda muncul? Ya itulah "captcha".
Perasaan apakah yang Anda rasakan saat mengetiknya... Menyebalkan... Menyenangkan... atau... Ya, itu tergantung Anda yang menjalaninya, hehehe...

Tentang Megatypers.com

Tidak panjang lebar, kali ini saya akan mereview suatu situs yang membayar Anda dengan dollar hanya dengan mengetik "captcha". Situs itu adalah Megatypers.com, yaitu sebuah perusahaan manajemen tenaga kerja yang membutuhkan jasa lembaga layanan data entry. Dalam hai ini Anda-lah nantinya yang akan bertindak sebagai "jasa lembaga layanan data entry", karena itu Anda diwajibkan mengetik setiap "captcha" yang muncul dan Anda akan dibayar sekian dollar untuk setiap "captcha" yang Anda ketik.

Berapa banyak Megatypers.com membayar Anda?

Besarnya akan bervariasi setiap orang, tergantung seberapa lama Anda menyisihkan waktu untuk mengetik setiap "captcha" yang tampil. Anda dapat memperoleh $ 100 atau $ 250 setiap bulan Anda sendiri yang menetukannya.

Besarnya dollar yang diperoleh = seberapa giat Anda mengetik setiap "captcha" yang tampil 


Mengasyikkan bukan, hanya bermain-main dengan "captcha" lalu dapat bayaran, hehehe.... Besarnya dollar yang akan diterima berkisar antara $0,50 s/d $1,5 untuk setiap 1000 kata yang diketik. Pembayaran akan dikirim melalui Liberty Reserve atau Paypal dengan minimal pembayaran setelah mencapai $3. Rekomendasi, silahkan Anda menggunakan Liberty Reserve saja sebagai alat pembayaran karena membuat akun Liberty Reserve sangat mudah dan tidak butuh verivikasi sehingga dapat langsung digunakan.

Mendaftar di Megatypers.com

Silahkan buka situs Megatypers.com, lalu klik Free SignUp! Masukkan Email, Password, dan Nama Anda pada form registrasi. Pada Payment Type, silahkan pilih salah satu payment processor sebagai alat pengiriman dollar hasil kerja keras Anda mengetik "captcha". Rekomendasi kita pilih saja Liberty Reserve. Pada kolom Invitation Code, masukkan salah satu kode di bawah ini, selanjutnya masukkan "captcha" yang tampil, kemudian klik tombol Register.

Kolom Registrasi

PENTING
anda harus memasukan Invitation Code (Pilih salah satu dari 2 kode si bawah ini):
==============================
58D5 / 58FC
==============================

Memulai Bekerja di Megatypers.com

Cara kerjanya cukup mudah, silahkan Anda klik menu "Solve Images" dan mulailah bermain-main dengan "captcha" yang tampil dalam kurun waktu yang ditentukan. Mengasyikkan bukan :-)

Megatypers.com

Klik "Submit Answer" atau tekan ENTER untuk melanjutkan ke captcha berikutnya.
Klik "Don't Know" bila tidak tahu (jangan sering-sering).
Klik "Submit and Pause" untuk memasukkan captcha dan beristirahat, mungkin jari-jari tangan kita udah mulai lelah, hehehe...


ayo bergabung klik

Dan akhirnya, sekian dulu review saya tentang Megatypers.com, bila Anda salah satu dari orang-orang berikut ini:

Ibu Rumah Tangga,
Anda yang membutuhkan pekerjaan sampingan,
Pelajar / Mahasiswa,
Anda yang ingin meluangkan waktu dengan kegiatan yang positif dan menguntungkan,

Cobalah bermain-main dengan "captcha" yang "mengasyikkan" hanya di Megatypers.com :-)


http://indomantic.blogspot.com/2012/10/megatypers-ngetik-captcha-dibayar-dollar.html

13 etika yang harus dimiliki mahasiswa


Seorang pelajar muslim hendaknya memiliki etika dalam mencari ilmu agar ilmu tersebut menjadi bermanfaat dan membawa berkah bukabola_artikeln justru menhhujatnya dihari kiamat.
Adapun 13 kiat dalam mencari ilmu sehingga dapat menuai berkah yaitu :
1. IKHLAS KARENA ALLAH
Hal utama yang harus dimiliki oleh seorang pencari ilmu adalah ikhlas karena Allah SUBHANAHU WA TA’ALA dalam berbicara dan beramal.
Rasullulah shallallahu ‘alaihi wa sallam, menjelaskan bahwa diterimanya amal sholeh tergantung pada niat dan keikhlasan dalam tujuan. Jadi, apabila seorang pelajar muslim selalu ikhlas, ia pasti meraih pahala yang besar dan selalu diberkahi dalam usahanya.
Imam Al-Ghazali berkata “ Beberapa malam telah kau hidupkan dengan mengulang-ulang belajar dan menelaah berbagai buku, dan beberapa malam kau haramkan dirimu untuk tidur. Aku tidak tau apa motartikelivasi yang mendorong mu berbuat itu?. Jika niatmu untuk meraih materi duniawi, menarik serpihannya, dan memperoleh kedudukan, lalu berbangga diri dihadapan kawan-kawan dan orang-orang sesamamu, maka celakalah engkau. Celakalah engkau ..!
Namun, jika maksudmu adalah demi menghidupkan syariat nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyucikan akhlakmu, serta mengalahkan jiwamu yang selalu memrintahkan kejahatan, maka beruntunglah engkau. Beruntunglah engau..!

etika sangat-sangat berpengaruh?


Menuntut ilmu adalah satu keharusan bagi kita kaum muslimin. Banyak sekali dalil yang menunjukkan keutamaan ilmu, para penuntut ilmu dan yang mengajarkannya.
Adab-adab dalam menuntut ilmu yang harus kita ketahui agar ilmu yang kita tuntut berfaidah bagi kita dan orang yang ada di sekitar kita sangatlah banyak. Adab-adab tersebut di antaranya adalah :
1. Ikhlas karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala
Hendaknya niat kita dalam menuntut ilmu adalah karena Allah Azza Wa Jalla dan untuk negeri akhirat. Apabila seseorang menuntut ilmu hanya untuk mendapatkan gelar agar bisa mendapatkan kedudukan yang tinggi atau ingin menjadi orang yang terpandang atau niat yang sejenisnya, maka Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Sallamtelah memberi peringatan tentang hal ini dalam sabdanya :
“Barangsiapa yang mempelajari suatu ilmu dengan mengharap wajah Allah, tidaklah ia mempelajarinya melainkan untuk memperoleh harta dunia, dia takkan mendapatkan harumnya bau surga di hari kiamat.”[Dekeluarkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang hasan]
Tetapi kalau ada orang yang mengatakan bahwa saya ingin mendapatkan syahadah (MA atau Doktor, misalnya) bukan karena ingin mendapatkan dunia, tetapi karena sudah menjadi peraturan yang tidak tertulis kalau seseorang yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi, segala ucapannya menjadi lebih didengarkan orang dalam menyampaikan ilmu atau dalam mengajar. Niat ini - insya Allah - termasuk niat yang benar.
Flag Counter